“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu”. (QS. Al-Isro: 109)

tangisan rasulullahIbnu Mas’ud suatu kali pernah di datangi oleh Rasulullah S.A.W, kemudian Rasulullah S.A.W bersabda kepada Ibnu Mas’ud, “Bacakanlah Al-Quran untukku.”, kemudian Ibnu Mas’ud bertanya, duhai Nabiyulloh untuk apa aku membacakan Al-Quran untukmu sedangkan Al-Quran diturunkan melalui engkau, beliau S.A.W bersabda, “Sungguh aku ingin mendengarnya dari selain diriku sendiri.”. Maka kemudian Ibnu Mas’ud akhirnya membacakan surat An-Nisa` didepan Rasulullah S.A.W, hingga sampai sebuah ayat:

Maka bagimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seorang saksi (rosul) dari tiap-tiap umat dan kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).(QS. An-Nisa`: 41)

Kemudian Rasulululloh S.A.W bersabda, ” cukup wahai Ibnu Mas’ud”, Ibnu Mas’ud pun menghentikan bacaannya, dan kemudian Ibnu Mas’ud melihat kepada Rasulloh S.A.W, dan Rasulullah terlihat berlinangan air matanya.

akhlak rasulullah S.A.W

Saudaraku…inilah linangan air mata dari seorang manusia yang paling bertakwa diantara kita, manusia yang paling mencintai Alloh, dan juga yang paling takut kepada Alloh. Inilah akhlak rasulullah, Gerangan apa yang menjadikan Ia S.A.W menangis..? yakni karena takut kepada-Nya, memikirkan bagaimana kejadian yang sebenarnya akan terjadi kepada umatnya. Didalam sebuah kesempatan Nabiyulloh mulia Muhammad S.A.W berkhutbah didepan para sahabatnya, nabi bersabda,

“Jika kalian semua mengetahui apa-apa  yang kuketahui pasti kalian semua akan sedikit tertawa dan pasti akan banyak menangis.” (HR. Muttafaqun ‘Alaihi).

Kerinduan dan kecintaan Rasulullah S.A.W  kepada Alloh pun selalu membuat dirinya menangis dan berlinang air matanya, Abdulloh bin Asyikhkhir menceritakan saat dirinya menemui Rasulullah, dan ia mendapatkan Rasulullah S.A.W tengah menunaikan sholat dan Abdulloh mendengar tangisan Rasulullah S.A.W bagaikan suara mendidih dalam kuali rebusan, apa yang menyebabkan hal tersebut? Karena kerinduannya dan takutnya kepada Alloh sehingga kekerasan hati menjadi luluh karenanya. Inilah hakikat dari sifat manusia-manusia yang selalu rindu dengan Alloh sehingga ketika disebut nama Alloh atau mengingat Alloh ia rindu dan takut kepada-Nya, Rasulullah S.A.W bersabda, “Seseorang yang berdzikir kepada Alloh dalam kesendirian sehingga berlinang air matanya” ya..itulah kejujuran iman sehingga mampu memunculkan mahabbah (cinta) yang sangat dalam kepada Alloh, sehingga seringkali mata tak kuasa untuk menahan lelehan air matanya. Dan sifat inilah yang di sematkan oleh Alloh kepada hamba-hambanya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Alloh gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.”(QS. Al-Anfal: 2)

Para ahli tafsir mengomentari ayat ini dengan mengatakan bahwa hanyalah orang-orang munafiq yang tidak pernah merasakan pengaruh dari ayat-ayat Alloh, apalagi sampai meneteskan air matanya. Dan hanyalah orang-orang yang selalu rindu dan takut kepada Alloh yang selalu, ketika dia di ingatkan tentang Alloh hatinya menjadi tunduk dan meneteskan air matanya.

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Alloh? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali-‘Imron: 135)

Inilah respon dari jiwa-jiwa yang senantiasa rindu dan takut hanya kepada Alloh, saat ia diingatkan tentang Alloh secara cepat ia pun ingat akan dosa-dosanya dan ia selalu memohon agar Alloh mengampuni dosa-dosanya.

Dan suatu kali Rasulullah S.A.W pernah mendatangi Ubay bin Ka’ab, dan nabiyulloh menceritakan  kepada Ubay bahwa ia diperintahkan oleh Alloh untuk mendatanginya dan membacakan sebuah ayat (orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang musyrik mengatakan bahwa mereka tidak akan.. (QS. Al-Bayyinah: 1)). Maka ketika mendengar itu Ubay bin Ka’ab bertanya kepada Rasulullah S.A.W, “Apakah Alloh menyebut namaku..??” Nabi S.A.W menjawab, “Betul”, maka seketika itu Ubay menangis. Kenapa Ubay menangis? Bisa jadi karena kerinduannya dan kegembiraannya kepada Alloh. Inilah salah satu kisah rasulullah dari beberapa kisah-kisah yang bertebaran di berbagai riwayat nabi muhammad S.A.W.

Rindukah hati anda kepada Alloh..? sudahkah anda menangis dengan kerinduan itu..? hati-hatilah terhadap kemunafikan dalam hati anda, yang menjadikan anda tidak mampu untuk menangis.-Red-