Wednesday , May 24 2017
You are here: Home » Artikel » Pengetahuan » Sudah Benarkah Konsep Mukjizat Al-Quran yang Anda Pahami?

Sudah Benarkah Konsep Mukjizat Al-Quran yang Anda Pahami?

Mukjizat-Al-Qur’anKata ‘ijaz atau mukjizat memang tidak disebutkan dalam Al-Qu’an maupun oleh penulis terdahulu. Sebaliknya mereka menggunakan kata-kata Ayah atau Karamah, sampai Al-Wasithi memilih ‘ijazul-Qur’an sebagai judul tulisan beliau yang terkenal.

Kata mukjizat memberi makna baru yang didefinisikan oleh para teolog sebagai ”sesuatu diluar nalar atau kemampuan akal manusia, menantang dan tidak mungkin dikalahkan”.

Beberapa kondisi yang bisa disebut mukjizat:

  1. Kejadian itu melampaui kemampuan manusia
  2. Kejadian itu diluar kebiasaan
  3. Diprediksi oleh orang yang adil dan budiman kemudian terjadilah seperti apa yang diprediksi.

Hal ini diketahui dalam sejarah agama-agama bahwa setiap Nabi memiliki mukjizat yang membuktikan kepada manusia dan menantang mereka dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Beberapa Nabi bahkan memiliki lebih dari satu mukjizat sebagai bukti yang nyata bahwa ia memang diutus oleh Allah, sekaligus untuk menantang umatnya untuk melakukan hal serupa jika mereka menyangkal mukjizat itu.

Setiap mukjizat yang diberikan kepada nabi dikhususkan secara eksklusif berdasar kondisi umatnya.

Mukjizat yang diberikan kepada nabi Musa as contohnya yakni tongkat yang beliau lemparkan diatas tanah dan berubah menjadi ular besar yang bergerak. Telapak tangan beliau juga akan lenyap setiap kali beliau memasukkannya ke dalam ketiak beliau. Tapi saat Beliau wafat, tanda-tanda itu tidak ada lagi.

Mukjizat Nabi Isa adalah menyembuhkan orang buta dan kusta. Beliau bisa membangkitkan orang mati. Ketika Allah mengangkatnya kelangit mukjizat tersebut juga hilang.

Adapun Nabi Muhammad Sholallohu’alaihi wa Sallam mukjizatnya sempurna dan akan tetap dipertahankan dengan perintah Allah sampai hari kiamat. Mukjizat utamanya adalah Alqur’an, kitab Allah yang kekal. Siapapun yang hidup setelah wafatnya nabi akan dapat melihat dan membacanyadengan tidak ada perubahan.-

Itulah sebabnya ketika tentara salib berperang melawan tentara muslim, mereka menemukan bahwa seni dan ilmu pengetahuan Islam telah memainkan perang utama dalam kemenangan kaum musliminin atas mereka. Kemudian mereka menyerap ilmu dari negeri muslim. Kemudian memberikan ilmu tersebut ke negeri yang melakukan penistaan agama dan memandang rendah pengetahuan.

Salah satu dari para ilmuwan mengatakan, ”Apakah kita akan mengikuti agama yang memerangi ilmupengetahuan dan meninggalkan agama yang justru menyeru umatnya untuk mendalami ilmu pengetahuan? Demi tuhan, agama ini [Islam] tidak akan pernah rusak atau berubah, dan Al-Qur’an ini bukanlah perkataan manusia. [Jika bukan firman Allah]’ mengapa dahulu fakta ilmiah ini belum dapat diketahui atau terungkap, sampai sekarang?”

Allah swt telah berfirman yang artinya:

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda [kekuasaan] kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri,sehingga jelaslah bahwa bagi mereka bahwa Alqur’an itu adalah benar…” [QS.Fushilat:53]

Ada beberapa poin tentang Alqur’an ini yang perlu diperhatikan:

  1. Alqur’an merupakan kitab petunjuk, bukan buku ilmu pengetahuan.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Alqur’an ini memberikan petunjuk kepada [jalan] yang lurus…” [QS.Al-Isra:9]

Secara umum, Al Qur’an bisa disebut sebagai petunjuk untuk mengatasi kerusakan umat manusia, beberapa diantara manusia juga ada yang peduli dengan pengetahuan. Maka dari, Al-Qur’an datang menjadi solusi terhadap masalah mereka.

  1. Jangan mengacu-ngacu pada teori semata. Kita semestinya melihat realitas yang sebenarnya. Pengetahuan yang diperoleh melalui kajian yang bersipat teoritis selama ini kadang-kadang terbukti benar dan banyak juga yang salah.Beberapa orang mencoba menafsirkan beberapa teori yang sudah terbukti jelas pada beberapa ayat Al-Qur’an.
  2. Jangan sembarangan atau berlebih-lebihan dalam menjelaskan kandungan Alqur’an. Al-Qur’an tidak boleh ditafsirkan berdasarkan akal pikiran manusia yang terbatas.
  3. Kita harus memahami bahwa Al-Qur’an secara retorika dapat menghasilkan banyak penafsiran. Para ulama terdahulu mengatakan bahwa tafsir ayat-ayat Al-Qur’an sebaiknya jangan ditulis dengan menggunakan penafsir zaman sekarang.

Rasullaullah Sholallohu’alaihi wa Sallam memberi tahu kita tentang cerita masa lalu, dan kini ilmu pengetahuan pun mengakuinya. Rasullaulah juga menginformasikan tentang masa depan dari jagat raya dan ilmu pengetahuanpun tidak menyangkalnya sama sekali, tepat seperti yang dikabarkan oleh Allah Ta’ala:

Untuk tiap-tiap berita [yang dibawah oleh rasul-rasul] ada [waktu] terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui” {QS.Al-An’an:67]

Al-Qur’an adalah mukjizat dan tak ada bandingannya dalam semua aspek. Ia tidak akan bisa dipalsukan, baik secara bahasa maupun ilmu pengetahuan. Al-Qur’an juga tidak bisa dipalsukan dalam semua aspek, itu menjelaskan bahwa Alqur’an memang dari Allah. Al-Qur’an persis yang telah dijelaskan: ”Keajaibannya tak terbatas dan mengandung penjelasan untuk segala hal.

hadiah terbaik untuk ibu dan ayah tercinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top