Wednesday , May 24 2017
You are here: Home » Artikel » Pengetahuan » Sains Tanpa Agama Adalah Pincang

Sains Tanpa Agama Adalah Pincang

pengertian sainsAllah memerintahkan umat manusia untuk menyelidiki dan merenungkan penciptaan langit, bumi, gunung-gunung, bintang-bintang, tetumbuhan, benih, binatang, pergantian siang dan malam, manusia, hujan dan pelbagai ciptaan lainnya. Dengan mencermati semua ini, manusia akan semakin menyadari cita seni ciptaan Allah di dunia sekelilingnya, dan pada akhirnya dapat mengenali Penciptanya, yang telah menciptakan seluruh alam semesta beserta segala isinya dari ketiadaan.

“Sains” menawarkan cara untuk menemukan cita rasa seni ciptaan Allah, yaitu dengan mengamati alam semesta beserta seluruh mahluk di dalammya, dan menyampaikan hasilnya kepada umat manusia.  Hal ini sejalan dengan pengertian sains itu sendiri yaitu sebuah Ilmu pengetahuan yang mempelajari berbagai fenomena alam sehingga rahasia yang dikandungnya dapat diungkap dan dipahami.

Agama, oleh karena itu, mendorong sains, menjadikannya alat untuk mempelajari keagungan ciptaan Allah. Agama tidak hanya mendorong studi ilmiah, tetapi juga memungkinkan riset ilmiah mencapai pembuktian dan dilakukan dengan efisien, karena didukung oleh kebenaran yang diungkapkan melalui Agama. Alasannya adalah bahwa agama merupakan sumber tunggal yang menyediakan jawaban pasti dan akurat, misalnya untuk pertanyaan bagaimana kehidupan dan alam semesta tercipta. Dengan demikian, jika dimulai pada landasan yang tepat, riset melalui percobaan sains sederhana sampai kepada percobaan sains yang kompleks dan rumit. akan mengungkapkan kebenaran mengenai asal usul alam semesta dan pengaturan kehidupan, dalam waktu tersingkat dan dengan upaya dan energi minimum. Seperti dinyatakan oleh Albert Einstein, yang di-anggap sebagai salah seorang ilmuwan terbesar abad ke-20, “Sains tanpa agama adalah pincang“, dengan perkataan lain, ilmu pengetahuan jika tidak dipandu oleh agama, tidak dapat maju dengan benar, tetapi justru membuang banyak waktu dalam mencapai suatu hasil, atau bahkan lebih buruk lagi, tidak memperoleh pembuktian.

Kemajuan sains dan teknologi yang kita dapati saat ini bahkan tidak mampu untuk membuat manusia mengenal siapa Tuhannya, yang ada justru manusia semakin jauh dari Alloh Azza wa Jalla. Hal ini terjadi dikarenakan tujuan utama dalam pengembangan Ilmu pengetahuan —yang gigih dikaji para ilmuwan materialis yang tidak mampu melihat kebenaran, terutama dalam dua ratus tahun terakhir — hanyalah semata untuk mencari materi semata. Akhirnya yang terjadi hanyalah pemborosan waktu, kesia-siaan banyak riset, dan penghamburan jutaan dolar tanpa menghasilkan apa-apa.

Ada satu fakta yang harus disadari benar: ilmu pengetahuan dapat mencapai hasil yang dapat dipercaya hanya jika tujuan utamanya adalah penyelidikan tanda-tanda penciptaan di alam semesta, dan bekerja keras semata-mata untuk mencapai tujuan ini. Ilmu pengetahuan dapat mencapai tujuan akhirnya dalam waktu sesingkat mungkin  hanya bila ia ditunjukkan ke arah yang benar, dengan kata lain jika dipandu dengan benar.

 

 

 

hadiah terbaik untuk ibu dan ayah tercinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top