Pewarisan Sifat

Bukhori dan Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwa seorang Arab Badui datang kepada Rosululloh SAW dan berkata, “Ya Rosululloh, sesungguhnya istriku telah melahirkan seorang anak berkulit hitam (padahal aku berkulit putih). Dan aku curiga dia bukanlah anakku. “ Rosululloh SAW bertanya kepadanya, “Apakah kamu memiliki unta?” Badui menjawab”Ya. “ Rosululloh SAW bertanya lagi, “Apakah ada untamu yang berkulit hitam keabu-abuan?” Dia menjawab, “Ada, ya Rosululloh.” Rosululloh bertanya lagi , “Dari mana datangnya warna kulit unta itu?” Badui itu menjawab, “Ya Rosulilloh! Menurutku dulu ada induknya yang berwarna demikian.” Rosululloh pun berkata, ‘Mungkin juga (anakmu) telah mewarisi kulit salah seorang nenek moyangnya.” Rosululloh SAW tidak membiarkan orang itu menyangkal bahwa anak itu adalah aankanya.

Pada hadits di atas Rosululloh SAW merujuk kepada aturan pewarisan sifat. Ini baru ditemukan belakangan ini dan kebanyakan darinya ditemukan oleh Mendel. Hadits ini menjelaskan tentang sifat-sifat yang diwariskan. Seseorang dapat mewarisi sifat dari kakek atau nenek dari generasi berabad-abad sebelumnya. Fenomena ini diketahui dan disebutkan oleh ilmu pewarisan. Rosululloh SAW menyebutkan tentang hal ini dalam hadits tadi. Beliau menjelaskan aturannya melalui sifat-sifat di atas dengan menelusuri asal-usul seseorang hingga ke Adam. Apakah Mendel, Para ilmuwan, dan ahli antropologi lainnya menambahkan apa yang telah disebutkan oleh Rosululloh SAW ? Tidak, demi Alloh! Mereka tidak menambahkan apapun. Mereka hanya menjelaskan teori mereka dengan cara yang berbeda.

Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah bahwa seorang wanita bertanya kepada Rosululloh SAW. “Apakah seorang wanita wajib mandi apabila mimpi basah dan melihat ada air mani?’ Maka Rosululloh SAW menjawab, ‘Ya. ‘Maka Aisyah berkata, “Semoga tanganmu berdebu dan capek.” Lalu Rosulilloh SAW bersabda, “ Biarkan saja dia. Adanya kemiripan (anak dengan ibunya) bukan hanya dari sebab itu. Apabila keluarnya air mani wanita mendahului keluarnya air mani laki-laki, maka anaknya akan menyerupai saudara-saudara  ibunya. Namun apabila air mani laki-laki mendahului air mani wanita, maka anak akan mirip saudara-saudara bapaknya.”

Hadits ini juga menegaskan dari hadits sebelumnya. Gamet jantan dan betina mengandung gen yang dibawa oleh kromosom yang berbeda pada setiap orang. Saat gen-gen tertentu dominan, sifat-sifat  yang dibawanya akan tampak pada anak itu. Hal inilah mengapa salah seorang ahli berkata, “sebelum bagian-bagian tubuh dan sifat berkembang pada manusia, dia hanyalah kumpulan dari 45 kromosom yang memiliki jumlah gen yang besar yang berbeda pada setiap orang. Seluruh kromosom dan gen ini ditemukan pada adam dan mulai tersebar kepada keturunannya. Perihal ini sederhana dan mudah dimengerti. Tombol pesawat telepon yang kita miliki hanya terdiri dari 10 nomor yang dapatkita gunakan dari kombinasi yang berbeda beda untuk menelopon siapapun yang kita inginkan di seluruh dunia. Artinya, seluruh nomor telepon di dunia tersedia pada tombol-tombol itu.

Logika berpikir ini dokonfirmasi dalam firman Alloh SWT sebagai berikut:

Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri[493], Maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui. (Al-An’am :98).

Setiap manusia membawa gen dalam selnya untuk seluruh keturunannya. Alloh SWT dengan pengetahuan dan kekuasaan-Nya yang sempurna meliputi hal tersebut saat gen-gen ini berpindah dari tempat asal mereka di tulang sulbi laki-laki menuju rahim perempuan. Perjalanan yang ditempuhnya sangat jauh, tetapi telah diperkirakan dengan akurat dan ditentukan dalam semua tahapan, fase dan pergerakannya. Bahkan, perjalanan tersebut telah diprogram dengan teliti oleh Maha Teliti lagi Maha Bijaksana.

Ini membawa kita semakin dekat ayat suci dalam Al-Qur’an:

“dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua Kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang Kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka Apakah Engkau akan membinasakan Kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?”(QS. Al-A’raf: 172-173).

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik bahwa Rosululloh bersabda, “Alloh SWT berkata kepada penghuni neraka yang paling ringan azabnya, ‘Apakah seandainya kamu memiliki dunia seisinya, maukah kamu menebus siksa ini dengan itu semua?’ Dia  menjawab, ‘Iya , mau.’ Alloh pun berkata, ‘Sungguh, dahulu Aku telah menghendaki darimu sesuatu yang lebih mudah daripada itu yaitu ketika kamu berada di tulang sulbi Adam; ‘Janganlah kamu mempersekutukan Aku dan Aku tidak akan memasukkanmu ke neraka. Akan tetapi kamu enggan, melainkan berbuat syirik’.”

Sel kelamin primer berasal dari dinding vesikula kemudian berpindah ke kelenjar kelamin, ya ng kemudian terbentuk di bagian belakang dari makhluk baru itu dan bertambah banyak di sana..

Dalam  hadits lain yang diriwayatkan oleh imam malik dari Muslim bin Yasar Al-Juhani bahwa Umar bin Khattab ditanya mengenai ayat ini:

“dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (QS. Al-A’raf: 172).

Umar bin Khattab berkata, “Aku mendengar Rosululloh SAW ditanya tentang ayat ini maka Rosululloh SAW bersabda:

“Sesungguhnya Alloh SWT menciptakan Adam lalu mengusap punggungnya dengan tangan kanan-Nya. Alloh SWT mengeluarkan darinya beberapa  keturunan. Keudian Dia berfirman, “Aku ciptakan mereka untuk surga dan mereka beramal dengan amalan ahli surga.’ Kemudian Alloh kembali mengusap punggung adam dan mengeluarkan darinya keturunan. Kemudian Alloh SWT berfirman ‘Aku ciptakan mereka untuk neraka, dan mereka beramal dengan amalan ahli neraka’.”

Seorang laki-laki lalu bertanya, “Wahai Rosululloh, lalu untuk apa kita beramal?” Rosululloh SAW menjawab, “Sesungguhnya apabila Alloh menciptakan seorang hamba untuk menghuni surga maka Alloh memperkejakannya  dengan amalan ahli surga sehingga ia meninggal di atas amalan ahli surga sehingga Alloh memasukkannya ke dalam surga. Dan apabila Alloh menciptakan seorang hamba ahli neraka maka Alloh memperkerjakannya dengan amalan ahli neraka hingga dia meninggal di atas amalan ahli neraka sehingga Alloh memasukkannya ke neraka.”

Telah menceritakan kepadaku, dari Malik telah sampai kepadanya bahwa Rosululloh SAW brsabda, “Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.”

*dari berbagai sumber

 

 

 

 

 

 

 

 

Pewarisan Sifat

One thought on “Pewarisan Sifat

  • March 12, 2018 at 2:17 am
    Permalink

    Thanks so much, Elise!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *