Galau“Keragu-raguan benar-benar merusak pendapat, melemahkan cita-cita, menyurutkan tekad, dan membuat energi, akal dan pikiran mejadi buyar. Akibatnya, muncul perasaan GALAU, was-was, cemas dan tegang”

Pada saat Abu Bakar Ash-Shidiq Ra memutuskan untuk memerangi orang-orang murtad, beliau menyampaikan statemennya yang sangat terkenal,

“Demi Alloh, seandainya mereka tidak memberiku seutas tali yang pernah mereka berikan kepada Rosulloh SAW, niscaya aku akan memerangi mereka.”

Ini adalah pelajaran bagi kita, bahwa ketika beliau sudah bertekad bulat memerangi mereka, maka beliau mengambil keputasan tanpa ragu-ragu. Beliau memutuskan apa yang menurutnya benar dan bertawakal kepada Alloh Ta’ala seraya melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

Kebimbangan benar-benar merusak pendapat, melemahkan cita-cita, menyurutkan tekad, membuat energi, akal dan pikiran menjadi buyar. Akibatnya, muncul perasaan GALAU, was-was, cemas dan tegang.

Kegalauan seorang pemuda dalam memilih pendamping hidupnya, Kegalauan seorang mahasiswa dalam memilih jurusannya, dan Kegalauan seorang pegawai dalam memilih pekerjaan dan apa-apa yang cocok dengan dirinya bisa mengundang perasaan bingung, cemas dan stres. Umur manusia hanya satu, dan hari ini tidak akan kembali lagi.  Jadi, ia harus membangun sesuatu berdasarkan keyakinan tersebut. Sebab, seorang apabila ingin melakukan sesuatu, lalu membulatkan tekad, melaksanakan sholat istikhoroh(meminta petunjuk dari Alloh), meminta pendapat orang lain dan bertawakal kepada Rabb-Nya, maka ia harus maju seperti air bah, tajam seperti pedang dan tegar seperti zaman.

Oleh: Syekh Abdullah bin Ali B