Kisah Rasullah“Seorang laki-laki dari umatku dipanggil di hadapan para makhluk pada hari kiamat. Kemudian ditampakkan kepadanya 99 lembar catatan. Setiap lembarnya sejauh mata memandang. Kemudian dikatakan kepadanya: ‘Apakah engkau mengingkari ini?’ Ia berkata: ‘Tidak, wahai Robb!’ Lalu dikatakan: ‘Apakah engkau memiliki suatu kebaikan?’ Maka laki-laki itupun tertunduk karena haibah (keagungan Alloh) sambil berkata: ‘Tidak wahai Robb!’. Maka dikatakan: ‘Tidak demikian. Karena engkau masih memiliki kebaikan di sisi kami, dan kamu tidak akan dizolimi’. Maka dikeluarkan untuknya sebuah bitoqoh (kartu amal) yang di dalamnya ada kesaksian ‘Asyadu an La Ilaha illahlloh wa Asyadu anna Muhammadar Rasulullah. Maka orang itu berkata: ‘Wahai Robbku, apakah artinya bitoqoh seperti ini?’ Maka dikatakan: ‘Kamu tidak akan dizholimi.’ Kemudian 99 lembar catatan diletakkan dalam satu timbangan dan bitoqoh dalam timbangan yang lain, maka bitoqoh itupun lebih berat.” (HR. at-Tirmidzi dan Hakim)

Kisah motivasi islami: Sang Penyelamat kaum Muslimin

“Ada seseorang yang bernama Martsad bin Abi Martsad, dia adalah seorang laki-laki yang bertugas melarikan para tawanan dari Makkah menuju Madinah. Dia memiliki teman wanita seorang pezina (seorang wanita kafir) bernama ‘Anaq. Suatu ketika beliau telah berjanji kepada seseorang untuk membawanya ke Madina, kemudian dia bercerita: “Maka sampailah aku hingga berada pada naungan sebuah dinding di Makkah tatkala bulan purnama. Tiba-tiba datanglah ‘Anaq kemudian dia melihat bayanganku dari samping dinding, manakala dia sampai di dekatku dia me-ngenaliku, lantas dia bekata: “Apakah engkau Martsa?” Ya saya Martsad, “Jawabku. Anaq berkata, selamat datang wahai Martsad! “Marilah bermalam bersamaku malam ini.” Maka aku menjawab: “Wahi ‘Anaq! Sungguh Alloh telah mengharamkan zina. “Dia berteriak, wahai yang berada di dalam kemah, ini dia orang yang akan melarikan tawanan kalian.” Maka saya lari dan dikejar oleh delapan orang hingga sampai di sebuah gunung yang bernama Khundamah (sebuah gunung yang terkenal, terletak di salah satu pintu masuk Makkah) dan saya masuk ke dalam sebuah gua. Tiba-tiba muncullah orang-orang yang mengejarkau hingga berhenti tepat di atas kepalaku, namun Alloh membutakan mata mereka untuk melihatku. Beberapa saat kemudian aku kembali kepada temanku dan berhasil membawanya, sungguh dia adalah seorang yang berat tubuhnya. Sehingga aku sampai di padang ilalang/rerumputan, lalu aku lepaskan belenggunya. Kemudian aku membawanya menuju kota Madinah dan hal itu sungguh melelahkan, kemudian aku menghadap Rasulullah dan bertanya kepada beliau: “wahai Rasulullah bolehkah saya menikahi ‘Anaq?” saya utarakan hal itu dua kali, namun Rasulullah diam dan tidak menjawab hingga turunlah ayat:

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin. (QS. An-Nuur: 3)

Hadist Rasullah

Kemudian Rasulullah  bersabda:

“Wahai Martsad, seorang pezina tidak menikah kecuali dengan wanita pezina atau wanita musyrik dan wanita pezina tidak dinikahi kecuali oleh laki-laki pezina atau orang musyrik, maka janganlah engkau menikahinya! (HR. at-Tirmidzi)

Manfaatkan Sisa Umurmu! Engkau Akan Diampuni

Suatu hari, seseorang mendatangi Fudhail bin Iyadh. Fudhail bertanya ke-padanya, “Berapa umurmu?”

“60 tahun,” jawabnya.

Fudhail berkata, “Sebenarnya, selama 60 tahun engkau sedang menuju Alloh, dan hampir saja engkau sampai kepada-Nya.”

Orang itu pun berkata, “Sesungguhnya, kita dari Alloh dan kepada Allohlah kita kembali.”

“Tahukah engkau makna kalimat yang engkau ucapkan tadi?” Tanya Fudhail. “Barang siapa menyadari bahwa dirinya adalah hamba Alloh dan kepada-Nya dia akan kembali, dia akan menyadari bahwa dirinya akan dikumpulkan.Barang siapa yang mengetahui bahwa dirinya akan dikumpulkan, dia akan menyadari bahwa dia akan diminta pertanggung-jawaban. Barang siapa menyadari dirinya akan ditanya, hendaklah dia mempersiapkan jawabannya” lanjut Fudhail.

“Lalu bagaimana jalan keluarnya?” dijawab oleh Fudhail, “Dengan mem-perbaiki sisa umurmu, niscaya engkau akan diampuni. Adapun jika engkau tidak memanfaatkannya maka engkau akan rugi dua kali, tidak meraih manfaat yang dahulu dan akan datang.”

Kisah Rasulullah : Dialog Rasulullah  bersama Orang Tua

Dari Abdurrahman bin Jubair dari Abu Thawil Syathab al Mamdud, bahwa dia mendatangi Nabi  (dan dalam riwayat lain);

“Telah datang seorang tua renta yang lemah tubuhnya, kedua alis matanya telah turun di depan matanya, sedangkan dia bersandar pada tongkat sehingga berdiri di hadapan Nabi  seraya berkata: “Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang telah mengerjakan seluruh jenis dosa, sehingga tiada dosa yang kecil maupun yang besar melainkan telah dia kerjakan, (dan dalam riwayat lain kecuali telah dia kerjakan dengan tangan kanannya) seandainya dosa tadi dibagikan kepada penduduk bumi niscaya mereka akan binasa. Apakah masih ada kesempatan baginya untuk bertaubat?” Maka Nabi bersabda: “Apakah engkau telah masuk Islam?” Orang tua tadi menjawab: “Adapun aku, aku bersaksi bahwa tiada ilah yang haq kecuali Alloh dan bahwa anda adalah utusan Alloh.” Kemudian Rasulullah bersabda: “Kerjakanlah kebaikan-kebaikan dan tinggalkanlah keburukan-keburukan nisaya Alloh akan menjadikan amal-amalmu sebagai kebaikan seluruhnya.” Termasuk pengkhianatan dan kejahatan-kejahatanku? tanya orang tua itupun berkata Allohu akbar, kemudian dia mengulang-ulangi takbir-nya hingga menghilang.

Taubat yang Agung

Dari Buraidah  berkata bahwa Ma’iz bin Malik Al-Aslamiy mendatangi Rasulullah  seraya berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku telah mendzhalimi diriku sendiri, sesungguhnya aku telah berzina, dan aku ingin agar anda mensucikan diriku.” Namun Rasulullah menolaknya. Kemudia keesokan harinya dia kembali mendatangi Rasulullah  seraya berkata “Ya Rasulullah sungguh aku telah berzina.” Namun Rasulullah menolak (untuk merajam) yang kedua kalinya. Kemudian Rasulullah mengirim utusan kepada kaumnya lalu bertanya: “Apakah kalian melihat bahwa akalnya tidak sehat? Atau kalian menemukan keanehan pada dirinya?” Mereka menjawab: “Kami tidak mengetahui melainkan dia adalah orang yang sehat akalnya, dan dia termasuk orang yang shaleh menurut pandangan kami.” Kemudian orang tadi mendatangi Rasulullah untuk yang ketiga kalinya dan kembali Rasulullah mengirimkan utusan kepada kaumnya (untuk meneyelidiki), lalu Rasulullah   mempertanyakan kondisi orang tersebut dan mereka menjawab bahwa dia tidak apa-apa, begitu pula akalnya. Tatkala Ma’iz datang kepada Rasulullah  yang keempat kalinya maka Rasulullah menggali lubang untuknya kemudian memerintahkan untuk merajamnya.

Buraidah berkata,” kemudian datanglah sorang wanita Ghamidiyah seraya ber-kata “Ya Rasulullah sungguh aku telah berzina, maka sucikanlah (rajamlah) aku.” Namun Rasulullah menolaknya, namun keesokan harinya wanita itu datang lagi kepada Rasulullah seraya berkata “Ya Rasulullah mengapa anda menolakku? Barangkali anda menolakku sebagaimana anda menolak Ma’iz padahal demi Alloh saya telah hamil. Kemudian Rasulullah bersabda: “Tidak, pergilah kamu sampai melahirkan anakmu.” Maka tatkala wanita itu telah melahirkan dia mendatangi Ra-sululloh  sambil membawa seorang bayi yang dia bawa dengan selembar kain, dia berkata: “Ini ya Rasulullah saya telah melahirkan.” Namun Rasulullah  bersabda: “Pergilah kamu dan susuilah anakmu hingga kamu menyapihnya.” Tatkala wanita itu telah menyapih anaknya, dia datang kepada Rasulullah  dengan membawa bayinya sedangkan di tangannya memegang secuil roti, kemudian dia berkata: “Ya Rasulullah inilah anakku sudah saya sapih dan dia sudah makan makanan (selain susu ibu).” Rasulullah menyerahkan bayi tersebut kepada salah seorang di antara kaum muslimin, lalu beliau perintahkan untuk membuat lubang bagi wanita tersebut setinggi dada wanita itu, dan memerintahkan kepada kaum mus-limin untuk merajamnya. Kemudian datanglah Khalid bin Walid dengan mem-bawa sebuah batu kemudian dia lemparkan ke kepala wanita tersebut, sehingga darah wanita itu mengenai wajah Khalid, lalu Khalid mencela wanitu itu, lantas Rasulullah  mendengar celaan tersebut kemudian bersabda:

Hadist Rasullah:

“Jangan begitu wahai Khalid! Demi yang jiwaku ada di tanganNya sungguh dia telah bertaubat dengan suatu taubat yang seandainya seorang pemungut pajak bertaubat dengan taubat tersebut niscaya akan diampuni. (HR. Muslim)

Selanjutnya Rasulullah memerintahkan untuk menshalatkannya dan mengubur-kannya.Subhanalloh inilah akhlak rasullah . Dalam sebuah riwayat, Umar berkata: “Ya Rasulullah Anda merajamnya kemudian menshalatkannya?” beliau bersabda:

Hadist Rasullah:

Sungguh dia telah bertaubat dengan suatu taubat yang seandainya di bagikan untuk tujuh puluh penduduk Madinah niscaya mencukupi mereka, apakah engkau mendapatkan seseorang yang lebih utama dari pada seorang wanita yang menyerahkan dirinya kepada Alloh ?” (HR. Abu Razzaq)