Islam dan science adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan walaupun al-Qur’an bukan kitab science tetapi hampir seluruh penemuan modern saat ini selalu menjadi bukti kebenaran al-Qur’an. Ini menujukkan bahwa Islam lebih mendahului science.

Islam adalah agama fitrohnya manusia di muka bumi ini tidak ada satu hal pun dalam islam yang tidak masuk akal kecuali akalnya telah diracuni oleh pemikiran-pemikiran menyimpang.

Dalam Islam pengetahuan tentang realitas itu tidakhanya berdasarkan akal saja, tapi juga wahyu, instuisi dan pengalaman. Tapi dalam sains Baratakal diletakkan lebih tinggi dari pada wahyu. Sehingga sainstidak berhubungan harmonis dengan agama bahkan meninggalkan agama.

Cara Pandang islamic science Terhadap Kosmos, Menurut pandangan hidup islamic science, alam semesta ini adalah great book, kitab ciptaan Tuhan oleh karenanya alam harus dipahami, dilihat, diamati dan diteliti dengan pandangan hidup Islam. Zaidi Ismail membahas bagaimana Islam memandang alam sebagai obyek utama sains.

Cara pandang islamicscience yang di refleksikan oleh pandangan hidup Islam dapat di lacak dari peristilahan yang di gunakan dalam Alquran dan hadits. Istilah ilmu (‘ilm), ilmuwan (al ‘alim), dan alam (al ‘alam) merupakan derivasi dari akar kata yang sama dengan moralitas manusia.

Ini menunjukan bahwa memahami objek ilmu yang merupakan ciptaan Tuhan itu mesti menggunakan etika dan moralitas. Kaitan antara ilmu, ilmuwan, dan alam semesta dapatdengan mudah dipahami karena ketiganya mempunyai indikasi-indikasi kuat.

Korelasi ketiganya bagi orang yang mau berpikir akan menunjukan tuhan adalah penciptanya. Integralitas seperti yang digambarkan di atas berdampak terhadap orientasi sains masyarakat muslim dann itu adalah sebagian dari world view Islam yang dapat menjadi basis bagi lahirnya tradisi intelektual Islam.

*dari berbagai sumber