GalauSegala puji bagi Alloh semata. Semoga Alloh senantiasa  melimpahkan Shalawat kepada Nabi kita Muhammad SAW, beserta segenap keluarga dan sahabat-sahabatnya.

Apa yanga menimpa kebanyakan orang sebenarnya merupakan virus yang ganas dan penyakit yang akut. Ia telah mengganggu tidur banyak orang dan membuat mata banyak orang  tidak dapat terpejam. Itulah virus “Galau” yang mulai menyerang hati dan akal pikiran. Bahkan telah menjadi penyakit kronis di dalam banyak komunitas, baik muslim maupun non muslim.

Galau adalah musuh bagi kedamaian dan ketentraman.

Galau adalah musuh  bagi ketenangan dan kenyamanan.

Galau adalah musuh tidur dan mimpi indah.

Galau adalah adalah masalah yang tidak mampu diatasi oleh berbagai disiplin ilmu kedoteran dan obat-obatan.

Galau adalah sinonim pertama bagi tidak adanya iman yang benar kepada Alloh dan Takdir-Nya.

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.”(Qs.Az Zukhruf:36)

Ingatlah, hanya dengan mengingati Alloh-lah hati menjadi tenteram. .”(Qs. Ar Ra’d :28)

Oleh karena itulah, kita semua harus mengikuti  Manhaj(metode) Muhammad SAW dan syariat yang  terang benderang di dalam kehidupan kita sehari-hari. Yakni, dengan cara membentengi diri dengan dzikir-dzikir dan wirid-wirid yang syar’I dimana saja dan kapan saja.

Setelah itu didukung  dengan hal-hal lain sebagai upaya melepaskan diri dari penyakit yang berbahaya ini. Dan harus saya tekankan disini  bahwa  kebanyakan manusia dilanda kegalauan. Hanya, tingkat intesitasnya berbeda-beda.

Ide tulisan ini pada awalnya merupakan hal-hal kecil yang terjadi di dalam kehidupan kita sehari-hari.Yaitu, peristiwa-peristiwa yang dialami oleh dua jenis manusia yang berbeda. Yang pertama adalah manusia yang tidak memperhatikan berbagai peristiwa dan tidak menghiraukannya sama sekali, sehingga peristiwa-peristiwa itu berlalu begitu saja.Manusia jenis ini bisa mengatasi kegelisahan dengan kemaunnya sendiri dan dengan segenap kemampuan yang ia miliki.

Yang kedua adalah manusia yang disibukan oleh berbagai peristiwa tersebut hingga menguasai pikiran, akal, dan hatinya, bahkan menjadi kesibukannya yang dominan dan nasibnya yang buruk. Akibatnya, hatinya menjadi sakit, pemikirannya invalid(lumpuh), dan tidurnya terganggu.

Yang menjadi obyek tulisan untuk selanjutnya  adalah manusia jenis kedua. Merekalah yang menjadi target pembicaraan  ini.

Semoga Alloh senantiasa melimpahkan Shalawat kepada Nabi kita Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.